Search

Kisah Seorang Bunga

Nama               : Deva Krisna Kadarani

Nrp                   : G84100036

Laskar              : 8

Panji                : 2

Kisah Seorang Bunga

Dulu saat aku masih bersekolah di tingkat SMA, aku pernah diceritakan oleh guruku tentang salah satu murid berprestasi di sekolahku. Sebut saja nama murid itu bunga. Bunga termasuk siswa berprestasi yang orang tua nya kurang mampu. Saat dia masih di SMA, dia selalu mendapat juara umum di sekolah. Dia juga rajin beribadah dan membantu orang tua nya yang kebetulan bekerja di kantin sekolahnya sendiri. Di sela-sela waktunya dia selalu menggunakannya untuk belajar. Sejak kelas 1 SMA dia sudah bisa menghasilkan uang sendiri, dengan membuka usaha bimbel kecil-kecilan. Setelah lulus SMA, dia melanjutkan kuliahnya ke perguruan tinggi swasta yang dinilai oleh banyak orang adalah perguruan tinggi yang kurang bermutu dan hanya orang-orang bodoh yang masuk ke sana. Sebut saja perguruan tinggi itu universitas berjaya atau apa sajalah. Ketik guruku bertanya kepada bunga yang sedang melegalisir ijazahnya guna keperluan meregistrasikan dirinya ke universtas tersebut, mengapa bunga lebih memilih kuliah disana padahal dia bisa saja mendapatkan kuliah di universitas yang lebih bagus lagi mutunya, bunga hanya menjawab, orang tua saya tidak mampu membiayai kuliahnya pak, kalau saya kuliah di sana saya bisa mendapatkan beasiswa dan saya bisa menjadi asisten dosen karena sedikit persaingannya, selain itu saya juga bisa membantu teman-teman saya pak dalam belajar.

Tiga tahun kemudian, saat itu guruku kembali bertemu dengan bunga, bunga mengundang guruku dalam acara sukuran di rumah nya karena bunga telah menyelesaikan S1 nya dengan nilai yang sangat memuaskan dan lebih cepat dari yang seharusnya. dan keluarga bunga juga mengadakan sukuran tersebut dikarenakan dia langsung di terima menjadi dosen di universitas tersebut sehingga tahun berikutna insya allah bunga akan memberangkatkan orang tua nya ke tanah suci untuk menjalankan ibadah haji .

Hal yang dapat dipelajari dari cerita tersebut adalah meskipun kita bersekolah dimanapun, kalau kita belajar sungguh-sungguh dan bertujuan mulia, pasti kita akan menuai hasilnya dan akan meraih kesuksesan dunia akhirat oleh karena itu, jangan pernah menyesali apa yang Tuhan berikan pada kita, karena Tuhan telah mengatur Takdir kita masing-masing.

aku deva,
lahir di sebuah desa kecil di kabupaten bengkulu selatan, tepatnya tanggal 4 juni 1993.
sejak kecil aku tinggal bersama kedua orang tua ku din kota bengkulu.
aku mulai bersekolah di TK aisyah, lalu d sd n 81, smp n 2, sman 2 kota bengkulu.

aku hobi berjalan-jalan dan nonton. aku suka biru dan hijau. aku gak suka makanan seafood, karena aku alergi. aku paling suka makanan masakan mamaku. aku pengen bisa masak kayak masakan mama.

aku jauh-jauh datang dari bengkulu ke bogor karena aku ingin berkuliah di IPB. sekarang aku sedang menjalani pendidikan s1 ku di fakultas MIPA dengan jurusan biokimia. aku masuk IPB lewat jalur USMI.

aku bersyukur karena aku bisa kuliah di sini. aku akan berusaha agar bisa menyelesaikan kuliah dgan baik dan dgan nilai yg baik juga. amiin